Sabtu, 25 Februari 2012

Jepang-Lembang-Paris

Coklat panas ini begitu manis. Dan aku suka coklat panas yang begitu panas ini. Sejenak aku begitu menikmatinya. Benar-benar manis. Hidup seharusnya memang harus seperti ini. Penuh dengan rasa manis. Tapi pada kenyataannya tidak seperti itu terkadang hidup terasa begitu pahit,asam, pedas, terlalu asin dan lainnya. Tapi mungkin memang akan lebih menyenangkan seperti ini. Kita tidak akan merasakan betapa menyenangkannya rasa pahit jika kita belum merasakan betapa tidak enaknya rasa pahit itu.

Aku berjalan menuju jendela kamar ku. Ada bunga seruni dan bunga matahari di sini. Begitu cantik. Aku pun terduduk di jendela itu. Termenung. Aku mencoba memejamkan mata. Merasakan desiran angin yang meniup hati ini, dan cukup berhasil membuat hati ini berdesir dan bergejolak. Ketika aku memejamkan mata. Aku melihatmu. Dirimu yang sedang gigih memperjuangkan impianmu. Sedangkan aku di sini sedang begitu sibuknya memikirkan dirimu. Bahkan walaupun aku tahu kau pasti belum mengenalku.

Aku membuka mataku. Menatap dengan senduh. Entah apakah kita akan bertemu. Entah apakah kelak kau akan mengenalku atau tidak. Oh seseorang yang ada di belahan bumi sana. Ketahuilah bahwa aku mencintaimu walaupun kita belum pernah bertemu secara langsung. Ketahuilah bahwa aku begitu merindukanmu. Aku ingin ketemu kamu. あなた に あいたい です。愛してる。

Hai kau yang ada di sana. Apakah kau pernah merindukanku walau kita tidak saling mengenal?Apakah kau pernah merasakan kehadiranku dalam setiap hidup dan hari-hari yang telah kau lalui walaupun kita belum pernah saling bertemu. Oh betapa anehnya aku, memendam perasaan ini. Hanya satu kalimat yang ingin kuucapkan bersama bunga Seruni ini. "愛してる。”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar